Selasa, 06 Maret 2012
|
Foto
Gerbang IPDN Jatinangor
|
Ketika mendengar kata kata tentang IPDN secara spontan yang terlintas di
fikiran kita (kebanyakan) pasti tidak jauh dari keadaan kampus yang tidak
kondusif, mengerikan, penuh kekerasan, intimidasi dari senior terhadap junior,
masuknya pake uang pelicin, para prajanya kebanyakan anak-anak pejabat,
ataupun masa depan sudah dijamin sebagai PNS, ataupun sebuah tempat penempaan
kader pemimpin pemerintahan dalam negeri. Semua pandangan tersebut sah-sah saja
terlintas di setiap pikiran kita yang memang fitrahnya diciptakan berbeda-beda
oleh Yang Maha Kuasa. Sah-sah saja jika ada yang memandang IPDN sebelah mata
ataupun bangga dengan eksistensi IPDN.
Oke,
berbicara mengenai jumlah peminat sebagai capra (calon praja) dari
tahun-ketahun dapat kita ambil rata-rata peminatnya setiap tahunnya sangat
tinggi yakni sekitar 15.000 sampai 20.000 orang. Jika dibandingkan dengan
jumlah praja yang diterima setiap tahun nya yakni berkisar antara 1.000 sampai
1.500 praja (tergantung kebutuhan Pemda) tentunya persaingannya sangat
ketat (Tetapi untuk Tahun Ajaran 2011/2012 akan di ambil sebanyak 2050 calon
praja ). Sebagai contoh kita ambil salah satu propinsi yang tergolong banyak
peminatnya yaitu Sumatera Barat (asal pendaftaran penulis,hehe..). ketika
penulis mendaftar sebagai calon praja pada tahun 2010 peminatnya mencapai 2500
orang sedangkan yang diterima sebanyak 59 orang.
Tulisan
ini secara khusus saya tujukan kepada adik-adik calon praja ataupun kepada para
orang tua yang ingin mengkaderkan anaknya menjadi seorang birokrat. Hal yang
terpenting yang perlu kita yakini yaitu kesempatan itu ada dan kita semua yang
memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat menjadi bagian dari
IPDN seberapa ketat pun persaingan yang ada.
Ada
beberapa Tips dan Trik yang mungkin dapat menjadi suatu masukan agar persiapan
para calon praja menjadi terarah, antara lain:
1.
Luruskan niat untuk menjadi Praja IPDN, bukan semata-mata untuk mengejar status
PNS tapi juga sebagai Abdi Praja (Pelayan Masyarakat).
2.
Aktif mencari tahu kapan jadwal tes IPDN dimulai. Hal ini karena tidak semua
Pemda mengumumkan secara terbuka jadwal penerimaan calon praja. Informasi dapat
di dapat di kantor BKD (Badan Kepegawaian Daerah) setempat.
3.
Lengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan. Kalau perlu teliti kembali
semua berkas-berkas yang telah disusun. Untuk persyaratan yang diperlukan lebih
lengkapnya lihat di info yang da di blog ini .
4.
Terus ikuti perkembangan tes nya. Karena tes nya terdiri dari lima tahapan tes
di daerah(administrasi, psikotes, kesamaptaan, kesehatan, dan kemampuan
akademik) dan satu tahap terakhir yang dilaksanakan di Jatinangor (Pantukhir).
Jangan sampai ada tes yang terlewat karena tes nya memakai sitem gugur. Intinya
sering-sering mencari informasi ke BKD.
5.
Tips untuk mengikuti keenam tahapan tes :
a)
Tes Administrasi.
Lengkapi
secepatnya semua persyaratan yang diminta. Makin awal melengkapi makin baik.
Hal ini untuk menghindari ramainya peminat lain yang mengurus hal yang sama di
kantor yang sama. Selain itu hal ini untuk mengantisipasi jika ada berkas yang
salah kita masih mempunyai waktu untuk memperbaikinya.
b)
Tes Psikologi (Psikotes)
Tes
Psikologi ini biasanya dilaksanakan di ibukota Provinsi. Saran penulis
jauh-jauh hari sebelum hari H calon praja membiasakan untuk membahas soal-soal
psikotes yang banyak dijual di toko buku. Guna nya bukan supaya IQ kita
langsung naik drastis tapi agar kita familiar dengan soal-soal psikotes
tersebut sehingga kita memiliki tingkat kepercayaan diri ketika mengerjakannya.
Bagi
capra yang rumahnya jauh dari ibukota provinsi hal penting yang perlu
dipersiapkan yaitu keberadaan kita di lokasi tes sebaiknya beberapa hari
sebelum tes dilaksanakan agar kondisi badan tetap fit ketika tes berlangsung.
Ketika
tes berlangsung pastikan anda mematuhi waktu mengerjakannya. Patuhi juga aturannya.
Jangan mencontek (masak calon kader gak jujur?)
c)
Tes Kesamaptaan
Tes
Kesamaptaan yaitu tes ketahanan dan kekuatan fisik. Tes kesamaptaan terdiri
dari dua jenis, yaitu kesamaptaan A dan kesamaptaan B. Tes Kesamaptaan A yaitu
Lari keliling Lapangan Bola selama 12 menit. Untuk capra putra usahakan minimal
terlewati 6 putaran dan untuk putri usahakan minimal 5 putaran. Tes kesamaptaan
B terdiri dari Push Up (Usahakan Minimal 30 kali), Sit Up (usahakan Minimal
30), Pull up (minimal 4 kali), dan shuttle Run/ lari membentuk angka delapan
sebanyak tiga putaran (minimal 19 detik). Sebelum tes Samapta berlangsung
hendaknya jauh-jauh hari latihan fisik yang teratur kalau perlu didampingi
instruktur (malahan ada yang membuka les privat lho). Tapi jika kondisi
keuangan tidak memungkinkan tidak perlu dipaksakan untuk memakai instruktur.
Cukup mengerti teknik yang benar saja, selanjutnya berlatihlah secara mandiri.
Ketika
hari H sudah semakin dekat hentikan latihan-latihan berat, cukup latihan ringan
seperti lari-lari kecil saja dan perbanyak konsumsi multivitamin dan
buah-buahan.
d)
Tes Kesehatan
Tes
Kesehatan biasannya dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah. Bagian-bagian yang di
cek adalah mata ( maksimal Plus Minus 1,0), gigi ( tidak boleh memakai kawat, kalau
ada gigi yang berlubang ditambal ataupun jika sudah terlalu parah sebaiknya
dicabut). Tinggi badan untuk pria min. 160 cm, untuk wanita 155 cm. selanjutnya
pemeriksaan darah, kelamin, THT, jantung, paru-paru, dan organ-organ dalam
lainnya.
e)
Tes Akademik
Tes
Akademik merupakan tes terakhir yang dilaksanakan di daerah. Tes Akademik
dilaksanakan di ibukota provinsi. Materi yang diujikan yaitu Matematika Dasar,
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kewarganegaraan. Tes berbentuk pilihan
ganda. Tidak ada sistim minus. Jadi usahakan lembar jawaban terisi semua.
Setelah anda lulus dalam tes ini maka kesempatan anda diterima sebagai praja
IPDN sudah semakin besar.
f)
Pantukhir ( Penentuan Akhir)
Pantukhir
yaitu tes terakhir yang dilakukan di kampus IPDN pusat di Jatinangor, Jawa
Barat. Tes yang diberikan yaitu Kesamaptaan, kesehatan, dan tes wawancara.
Untuk kesamaptaan dan kesehatan tolak ukur nya sama dengan yang dilaksanakan di
daerah. Khusus untuk tes wawancara ada beberapa tips yang sekiranya perlu
diperhatikan antara lain bersikap tegas dan tegap ketika ditanya. ketika di
suruh menjawab pertannyaan jawablah langsung pada intinya (Praja biasa
menyebutnya dengan istilah Jangan Banyak Penjabaran). Tidak ada standar
pertannyaan apa saja yang ditanyakan. Tapi berdasarkan pengalaman yang
ditanyakan seperti nama-nama menteri, pancasila, menyanyikan lagu wajib,
memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris, atau apa saja yang terlintas
dipikiran penanya. Kalau saya dulu yang ditanyakan yaitu berat dan tinggi badan
serta NEM. Tapi jangan salah banyak juga calon praja yang gugupnya luar biasa
sehingga ditanya nama orang tua saja lupa. Maklum saja yang tim penanya terdiri
dari Sekjen, dirjen, irjen, dan orang-orang yang berada di tataran top level
Kementerian Dalam Negeri. Saran saya sebelum wawancara bangun dulu mental dan
kepercayaan diri seperti berlatih berbicara di depan cermin dan sebagainya.
6.
Setelah semua tes dilaksanakan dengan sungguh-sungguh tunggulah hasil tes nya
dengan sabar. Berdoalah kepada Yang
Maha Kuasa agar diberikan hasil terbaik.
Bagi
yang lulus selamat menjadi Praja IPDN akan tetapi bagi yang BELUM lulus semoga
bersabar karena tahun depan gerbang Kesatrian IPDN masih terbuka lebar.Dan
kesempatan hanya ada 3x test , buat yang sudah pernah ikut test lebih dari 3x
,mohon maaf sudah tidak bisa lagi .
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)




